Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Pantai Srau, Pacitan, Jawa Timur



Pasir Putih di Selatan Jawa Timur

Pacitan, kota kecil di selatan Jawa Timur, menyimpan keindahan alam yang begitu menajubkan. Kota ini sangat dikenal dengan wisata goa-nya hingga mendapat julukan “Kota 1001 Goa”. Disamping potensi wisata goa-nya, Pacitan juga memiliki potensi wisata pantai karena letaknya yang persis di delatan Jawa Timur. Berlatar belakang pantai selatan, Pacitan memiliki beberapa pantai terkenal salah satunya Pantai Teleng Ria. Pantai Teleng Ria menjadi salah satu tujuan wisata di Pacitan dan selalu ramai ketika hari libur tiba. Walaupun lokasinya berada di pantai selatan, pantai ini relatif memiliki ombak yang tenang sehingga aman untuk dipakai berenang.

Berbicara mengenai pantai, ternyata tidak hanya Pantai Teleng Ria saja yang mempu memikat hati para wisatawan. Satu lagi pantai yang tidak kalah indahnya dengan Pantai Teleng Ria adalah Pantai Srau. Dari segi lokasi memang pantai ini sedikit lebih jauh dari Pantai Telang Ria sekitar 2 jam dari Kota Pacitan. Letaknya yang sedikit jauh membuat perjalanan terasa agak lama, akan tetapi ketika sampai di lokasi maka perjalanan lama anda akan terbayar dengan indahnya pasir putih dengan air laut yang jernih kebiruan dan kokohnya karang-karang di sepanjang pantai.
 
Pasir Putih
Pantai ini memiliki pasir putih yang masih sangat bersih. Ombak di pantai ini cukup besar. Di pantai ini kita bisa melihat deburan ombak yang menerjang karang-karang yang ada di sekirat bibir pantai. Sungguh pemandangan yang luar biasa indah. Karena ombak di pantai ini cukup besar, maka tidak dianjurkan untuk berenang di Pantai.
 
Karang di Tepi Pantai
Karang Bolong
Fasilitas yang ada di sekitar pantai cukup memadai seperti kamar mandi, mushola, dan tempat makan serta lahan parkir yang luas. Akses ke pantai ini juga cukup baik dengan jalan yang sudah beraspal. Sayangnya, fasilitas berupa sarana transportasi umum menuju ke pantai ini masih jarang, sehingga rata-rata wisatawan mengunjungi pantai ini dengan kendaraan pribadi.



Pantai Srau bisa menjadi alternatif kunjungan wisata bersama keluarga atau teman anda ketika musim liburan telah tiba. Selamat Berlibur!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mudik Lebaran Part 1



Tiket Mudik Naik 185%
 
Suasana Mudik Lebaran (sumber: www.mitrainvestor.com)
Tradisi yang tak pernah hilang di Indonesia ketika menjelang hari raya Idul Fitri atau lebaran yaitu mudik. Mudik lebaran seakan menjadi agenda wajib bagi para perantau yang berada di luar kampung halamannya untuk pulang kampung demi bertemu dengan keluarga di kampung dan merayakan hari raya bersama keluarga. Hal itupun saya rasakan semenjak saya kuliah di Bogor. Saya pun menempatkan agenda mudik ini sebagai sesuatu yang memang harus saya lakukan. Selain untuk merayakan hari raya bersama keluarga, di saat momen mudik inilah saya bisa me-refresh diri dan pikiran setelah penat dengan rutinitas rutin yang dikerjakan diperantauan. Suasana rumah yang menyenangkan dan kehangatan keluarga mampu membawa suasana hati dan pikiran menjadi lebih fresh.

Tujuan mudik saya adalah kota kelahiran saya di Madiun, Jawa Timur. Selama ini saya mudik dengan menggunakan moda transportasi bis malam. Saya jarang bahkan tidak pernah mudik menggunakan moda transportasi lainnya seperti kereta atau pesawat. Saya lebih memilih naik bis karena harga yang tidak terlalu mahal biasanya berkisar antara Rp 130.000 pada hari normal. Lokasi keberangkatan juga dekat dengan tempat tinggal saya di Bogor jadi saya tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jakarta ke stasiun atau ke bandara. Alasan lainnya, saya pikir lebih nyaman menggunakan bis karena tempat duduk tidak terlalu sempit dan ada fasilitas toilet di bis dan mendapat servis makan malam. Selain itu, ketika di perjalanan saya bisa menyaksikan pemandangan yang berbeda-beda mulai dari pemandangan kota, desa, pantai dan hutan belantara. Pemandangan yang tentu tidak membuat saya bosan selama berada di perjalanan. Yap, perjalanan saya dari Bogor menuju Madiun memakan waktu hampir 18 jam. Untungnya bis yang saya tumpangi adalah bis malam jadi sebagian besar perjalanan ada di malam hari sehingga waktu banyak digunakan untuk tidur.

Membayangkan mudik dan suasana dirumah memang menyenangkan, tapi sebelum sampai ke rumah ada suatu perjuangan yang harus dilalui. Di momen mudik lebaran seperti ini jalanan mulai ramai dan padat sehingga banyak terjadi kemacetan. Kemacetan akan semakin menjadi-jadi ketika semakin mendekati hari raya. Bagi yang akan mudik di hari-hari menjelang lebaran sekitar H-7 lebaran, ya bersiap-siaplah bersabar hati menghadapi kemacetan lalu-lintas. Selain kepadatan lalu lintas, yang pasti terjadi pada momen mudik lebaran adalah naiknya harga tiket mudik. Semakin mendekati hari raya lebaran, harga tiket mudik lebaran akan semakin melangit dan ini terjadi hampir di seluruh agen perjalanan. Pada hari normal, harga tarif tiket bis dari Bogor-Madiun berkisar antara Rp 130.000. Pada lebaran yang akan datang ini (8 Agustus 2013) saya sudah memesan tiket mudik untuk H-6 lebaran dan sudah mengalami kenaikan yang sangat drastis mencapai 185%. Harga tiket H-6 lebaran ini mencapai Rp 370.000 hampir tiga kali lipat dari tarif normal. Mungkin ini dampak dari kenaikan biaya operasional dan kenaikan bahan bakar serta tingginya permintaan yang dimanfaatkan perusahaan agen perjalanan untuk menaikkan harga tiket dalam rangka menutupi kerugian pada bulan-bulan sebelumnya. Memang hal seperti ini sudah pasti terjadi jadi sebaiknya memang dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan dana untuk mudik.

Tahun ini saya pun akan merasakan mudik di H-6 lebaran. Sebelum-sebelumnya saya biasa mudik H-14 lebaran karena libur kuliah yang lebih awal dan harga tiket masih murah. Tapi sekarang saya memiliki jadwal libur yang sama dengan pegawai negeri sehingga saya baru bisa mudik di H-6 lebaran yang tentunya dengan konsekuensi harga tiket yang mahal. Biasanya ketika sudah sampai di rumah, saya sering memantau berita di televisi untuk melihat keadaan lalu-lintas di H-7 hingga H-1 lebaran. Tapi sekarang ini saya akan merasakan bagaimana kondisi arus mudik di H-6 lebaran. Yah apapun itu saya tetap berusaha bagaimana caranya bisa mudik karena sudah setahun tidak pulang ke kampung halaman. Tentu saja banyak hal-hal yang dikangenin di kampung halaman terutama keluarga. Oke semoga mudik saya nanti lancar dan selamat sampai tujuan, aminnn!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buka Bersama di Kantor



Bukber PKHT

Senengnya hari ini bisa buka puasa bersama di kantor bareng sama orang-orang yang ngakunya lajang semua (hahaha). Total ada 7 orang yang ikut yaitu saya, Arina, Mbak Vit, Mas Arya, Mas Rizal, Mang Dori, dan Haikal. Kami memang sengaja tidak mengajak seluruh orang kantor karena rata-rata sudah berkeluarga. Biasanya yang sudah berkeluarga lebih memilih berbuka bersama keluaraga di rumah. 

Tadaaaaa dan ini lah menu berbuka puasa kami !!!!!
Menu Berbuka


Semua makanan tersebut dimasak oleh kami semua. Untungnya kantor ini memiliki fasilitas dapur jadi masak sendiri pun tak masalah. Menu kami terdiri dari Nasi Liwet, Tumis Kangkung, Orek Tempe, Tahu Goreng, Nugget Ayam, Telur Dadar dan Es Buah. Semua bahan dibeli pada hari itu juga dan langsung dimasak. Itulah enaknya kalau kantor bersebelahan dengan pusat perbelanjaan (mall), jadi lebih mudah kalau mau belanja. Kami saling membagi tugas memasak dan masing-masing orang memegang satu masakan. Nasi liwet dimasak oleh Mang Dori, Orek Tempe dan Tahu Goreng dimasak oleh Mbak Vit, Nugget Ayam digoreng oleh Arin, Telur dadar dimasak oleh Mas Rizal, dan Es buah dibuat oleh Mas Arya. Saya kebagian memasak tumis kangkung. Oh iya es buah ini buahnya ini menggunakan buah melon dari hasil kebun Mas Arya sendiri yang kebetulan dibawa ke kantor. Walaupun semua orang puasa dan tidak dapat mencicipi rasa masakan ketika dimasak tapi hasilnya jangan ditanya, semua rasanya pas dan enak. Mencium baunya saja perut langsung keroncongan.

Yang lebih spesial lagi, kami kedatangan tamu agung. Yap ada Pak Sobir. Pak Sobir merupakan kepala kantor kami. Kebetulan pada saat itu beliau sedang menemani tamu mengunjungi kebun milik kantor dan baru kembali ke kantor lagi sesaat setelah magrib. Kami pun langsung mengajak Pak Sobir untuk berbuka puasa dulu bersama kami sebelum pulang ke rumah. Beliau tampak kaget ketika melihat makanan sudah terhidang di meja karena memang sebelumnya Pak Sobir tidak tahu kalau kami mengadakan buka bersama di kantor.
    
With Pak Sobir

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wisata Kuliner di Palembang



Kuliner Khas Palembang

Tak afdol rasanya kalau berkunjung ke Palembang tidak merasakan kuliner khas palembangnya. Siapa yang tidak tahu pempek. Kuliner yang satu ini telah menjadi trade mark dari Kota Palembang. Namun ternyata kota Palembang ini tidak hanya memiliki pempek saja tetapi masih banyak yang lainnya. Nah, berikut ini saya berikan sedikit ulasan mengenai makanan kiliner apa saja yang saya cicipi selama di pelembang.

Kuliner khas Palembang yang pertama kali saya makan di Palembang ini adalah Pindang Patin di dalah satu restoran dekat dengan bandara. Ini pertama kalinya saya mencoba masakan khas Palembang yang disebut dengan Pindang Patin ini. Pindang Patin merupakan masakan berkuah dengan menggunakan ikan Patin sebagai bahan utamanya. Rasa Pindang Patin ini nano-nano, ada rasa gurih, pedas, asam dan manis. Tapi secara keseluruhan rasanya enak dan segar.
Gambar 1. Pindang Patin (sumber: kitabmasakan.com)

Tak lengkap rasanya kalau ke Palembang tidak mencicipi Pempeknya. Saya mengunjungi salah satu restoran khusus pempek yang terkenal dan ada di penjuru Palembang. Rasa dari pempek asli dari Palembang memang berbeda dengan Pempek yang ada di luar Palembang. Rasa pempeknya lebih “nendang” dan cukanya pun lebih mantab. Ada pempek lenjer, kapal selam, adaan, dan pempek kulit. Dari jenis pempek itu, pempek adaan merupakan favorit saya. Saya juga mencoba pempek yang dijual di tas perahu di pinggir sungai musi. Rasanya sedikit berbeda dengan sebelumnya yang pernah saya coba. Di pinggir sungai musi ini bau ikannya lebih menyengat dan cukanya lebih encer. Satu lagi tempat kuliner pempek yang saya kunjungi adalah di salah satu mall di Palembang yaitu Palembang Trade Center (PTC). Tempat ini direkomendasikan oleh teman saya yang ada di Palembang. Disini pempeknya tidak jauh berbeda. Tetapi saya menemukan pempek unik yang berbentuk seperti mie yang digulung dan juga pempek yang isinya sosis. Dan menurut saya rasa pempek di tempat ini “Juara”. Pempeknya lebih enak dan gurih dibandingkan dengan yang lain.
Gambar 2. Pempek

Selain pempek saya juga mencoba “Model” dan “Tekwan”. Model dan Tekwan ini juga merupakan olahan pempek tetapi disajikan dengan kuah kaldu dan bihun mirip dengan bakso daging. Model menggunakan pempek yang diisi dengan tahu sedangkan tekwan hanya menggunakan pempek biasa tanpa ada isinya. 
Gambar 3. Tekwan (sumber: food.lintas.me)
Gambar 4. Model (sumber : budaya-indonesia.org)

Nah makanan yang satu ini juga diversifikasi dari pempek yaitu Rujak Mie. Rujak mie terdiri dari mie kuning buatan sendiri dengan diameter mie yang lebih besar dibandingkan dengan mie kuning pada umumnya dan ditambahkan irisan pempek. Rujak mie ini dimakan dengan menggunakan cuka pempek.
Gambar 5. Rujak Mie (sumber : kitabmasakan.com)

Selain pempek dan berbagai macam jenis turunannya, ada satu makanan yang tidak ada unsur pempeknya yaitu Mie Celor. Mie celor merupakan olahan mie yang disajikan dengan kuah kental. Mie yang digunakan merupakan mie buatan sendiri dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan mie pada umumnya. Kuahnya kental yang terbuat dari santan kelapa dan dicampur dengan bubuk udang. Mie ini disajikan dengan telur rebus sebagai pelengkapnya. Rasanya gurih dan mantab.
Gambar 6. Mie Celor (sumber : nationalgeographic.co.id)

Yang membuat ritual makan menjadi sempurna adalah makanan penutup. Dua makanan penutup yang paling “maknyuusss” adalah es kacang merah dan puding srikaya. Es kacang merah merupakan minuman dengan bahan utama kacang merah yang telah diolah kemudian diberi serutan es. Sedangkan puding srikaya memiliki tekstur yang sangat lembut dan rasa yang manis serta gurih yang seimbang. Walaupun memiliki nama srikaya ternyata puding ini bukan terbuat dari buah srikaya.
Gambar 7. Es Kacang Merah (sumber : news.citydirectory.co.id)
Gambar 8. Srikaya (sumber : brigittahardi.com)

Dari seluruh kuliner khas Palembang yang saya coba tersebut, mie celor dan es kacang merah menjadi menu favorit saya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS